Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /web/bdkbanjarmasin.kemenag.go.id/index.php on line 17

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /web/bdkbanjarmasin.kemenag.go.id/inc/artikel.php on line 5
Kementerian Agama RI | Kantor Balai Dilat Keagamaan Banjarmasin
Kamis, 8 Desember 2016
   HOME   PRODUK PERUNDANGAN   PROFIL      KONTAK KAMI    BUKU TAMU    GALERI   LINK TERKAIT    SITEMAP   






MEMBUAT MODUL PEMBELAJARAN YANG DAPAT BERNILAI ANGKA KREDIT BAGI GURU

MEMBUAT MODUL PEMBELAJARAN YANG DAPAT BERNILAI ANGKA KREDIT BAGI GURU

Oleh:

Abdul Hamid, M.Pd.I

(Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Banjarmasin)

  1. Pendahuluan

Berdasarkan Peraturan Mennegpan dan RB No. 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Pasal 2, yang dimaksud  jabatan fungsional guru adalah jabatan tingkat keahlian termasuk dalam rumpun pendidikan tingkat taman kanak-kanak, dasar, lanjutan, dan sekolah khusus.

Sebagai bagian dari usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru, ada  tuntutan   angka kredit kumulatif yang harus dimilki guru dalam memperoleh proses promosi kenaikan jabatan/pangkatnya dihitung berdasarkan hasil penilaian terhadap beberapa unsur utama dan penunjang sesuai dengan tugas dan beban kerja guru.

Guna meningkatkan kualitas pembelajaran, guru harus dapat memahami karakteristik siswanya secara keseluruhan dan keberagaman peserta didik serta kondisi tingkat sosial masyarakat di sekitar sekolah. Karena itu perlu adanya metode tertentu bagi sekolah tertentu yang tidak dapat digeneralisir proses pembelajarannya. Selain buku pembelajaran teks (buku guru dan buku siswa) yang digunakan untuk proses pembelajaran pada jam sekolah, perlu juga menyediakan buku belajar mandiri atau disebut dengan modul pembelajaran.

Penggunaan modul pembelajaran diharapkan menjadi cara untuk mempermudah dalam memperkaya pendalaman dari materi pembelajaran yang diajarkan dengan  di jam sekolah formal dengan cara siswa belajar sendiri walaupun tanpa bantuan guru. Di samping itu modul pembelajaran menjadi bagian dalam pengembangan profesi berkelanjutan dan mendapatkan angka kredit.

  1. Pengertian Modul

Menurut Keputusan Mendikbud No. 025/O/1995 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dijelaskan bahwa Modul, adalah materi pelajaran yang disusun dan disajikan secara tertulis sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut. Sedangkan Menurut B. Suryosubroto (1983 :17), bahwa modul adalah sebagai sejenis satuan kegiatan belajar yang terencana, didesain guna membantu siswa menyelesaikan tujuan-tujuan tertentu.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa modul adalah materi pelajaran yang disusun oleh guru dan dibuat secara sistematis melalui kegiatan belajar yang terencana dan digunakan oleh siswa untuk belajar secara mandiri.

  1. Tujuan Pembuatan Modul Pembelajaran

Sebuah modul merupakan bentuk bahan ajar yang dikemas secara sistematis ditujukan untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Seperti sumber bahan ajar lainnya dalam pembuatan modul bertujuan untuk:

  1. Mempermudah memahami bahan ajar secara mandiri
  2. Mengatasi keterbatasan waktu dan daya tangkap siswa, serta karakteristik belajarnya.
  3. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi
  4. Meningkatkan motivasi belajar baik berkelompok maupun mandiri
  5. Mengembangkan  kemampuan  siswa dengan berbagai sumber belajar lain

  1. Memungkinkan siswa dapat mengukur tingkatan pembelajaran atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya.

  1. Analisis Kebutuhan Modul

Secara ringkas, sebelum memulai penyusunan, kita dapat mengidentifikasi dan menetapkan jumlah dan judul modul yang harus dikembangkan dalam satu satuan program tertentu, seperti contoh format di bawah ini:

Format Analisis Kebutuhan Modul

Mata Pelajaran                       :

Standar Kompetensi              :

Kompetensi

Dasar

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Ketersediaan

Tersedia

Belum Tersedia

Agar dapat digunakan sesuai dengan tujuan penulisan, penulisan modul selalu memperhatikan unsur berikut:

  1. Tujuan pendidikan dapat dicapai secara efisien dan efektif
  2. siswa dapat mengikuti program pendidikan  sesuai dengan kecepatan dan kemampuannya sendiri
  3. Siswa dapat sebanyak mungkin menghayati dan melakukan kegiatan belajar sendiri, baik di bawah bimbingan atau tanpa bimbingan guru
  4. Siswa  dapat menilai dan mengetahui hasil belajarnya sendiri secara berkelanjutan.
  5. Siswa benar-benar menjadi titik pusat kegiatan belajar mengajar.
  6. Kemajuan siswa dapat diikuti dengan frekuensi yang lebih tinggi melalui evaluasi yang dilakukan pada setiap modul berakhir.
  7. Modul disusun dengan konsep mastery learning yang menekankan bahwa murid harus secara optimal menguasai bahan pelajaran yang disajikan dalam modul itu dengan konsekuensi siswa tidak diperbolehkan mengikuti program berikutnya sebelum ia menguasai paling sedikit 75% dari bahan tersebut. (B. Suryosubroto, 1983:18).

  1. Kerangka dan Langkah Penyusunan Modul Pembelajaran

Untuk membuat modul yang digunakan khusus untuk siswa yang diajarkan oleh guru pembuatnya, berikut kerangka dan penjelasan masing-masing bagian modul, yaitu:

Halaman Sampul

Diisi dengan: Label kode modul, label milik negara, bidang/program studi keahlian dan kompetensi keahlian, judul modul, gambar ilustrasi (mewakili kegiatan yang dilaksanakan pada  pembahasan  modul),  tulisan  lembaga  seperti  Kementerian Agama Kabupaten Banjar, Madrasah Aliyah Negeri 2 Model Martapura, tahun modul disusun.

Kata Pengantar, memuat informasi tentang peran modul dalam  proses pembelajaran.

Daftar Isi, memuat kerangka (outline) modul dan dilengkapi dengan nomor halaman.

Peta Kedudukan Modul, diagram yang menunjukkan kedudukan modul dalam keseluruhan program pembelajaran.

Glosarium, memuat penjelasan tentang arti dari setiap istilah, kata-kata sulit dan asing yang digunakan dan disusun menurut alfabet (Ascending)..

I.     PENDAHULUAN

A.   Standar Kompetensi

Standar kompetensi yang akan dipelajari pada modul

B.   Deskripsi

Penjelasan  singkat  tentang  nama  dan  ruang  lingkup  isi  modul,  kaitan  modul dengan modul lainnya, hasil belajar yang akan dicapai setelah menyelesaikan modul, serta manfaat kompetensi tersebut dalam proses pembelajaran dan kehidupan secara umum.

C.   Waktu

Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menguasai kompetensi yang menjadi target belajar.

D.   Prasyarat

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul tersebut, baik berdasarkan bukti penguasaan modul lain maupun dengan menyebut kemampuan spesifik yang diperlukan.

E.   Petunjuk Penggunaan Modul

Memuat panduan tatacara menggunakan modul, yaitu

1. Langkah-langkah  yang  harus  dilakukan  untuk  mempelajari  modul  secara benar

2. Perlengkapan,  fasilitas  yang  harus  dipersiapkan sesuai dengan kebutuhan belajar

F.  Tujuan Akhir

Pernyataan  tujuan  akhir  (performance  objective)  yang  hendak  dicapai  peserta didik setelah menyelesaikan suatu modul. Rumusan tujuan akhir tersebut harus memuat, 1. Kinerja (perilaku) yang diharapkan, 2. Kriteria keberhasilan 3.   Kondisi atau variable yang diberikan

G. Cek Penguasaan Standar Kompetensi

Berisi     tentang     daftar     pertanyaan     yang     akan     mengukur     penguasaan awal  kompetensi peserta didik, terhadap kompetensi yang akan dipelajari pada modul ini. Apabila peserta didik telah menguasai standar kompetensi/ kompetensi dasar yang akan dicapai, maka  peserta didik dapat mengajukan uji kompetensi kepada penilai.

II. PEMBELAJARAN

A. Pembelajaran 1

Kompetensi dasar  yang hendak dipelajari.

  1. Tujuan, (kemampuan yang harus dikuasai untuk satu kesatuan kegiatan belajar. Rumusan tujuan kegiatan belajar relatif tidak terikat dan tidak terlalu rinci)
  2. Uraian Materi (berisi uraian pengetahuan/ konsep/ prinsip tentang kompetensi yang sedang dipelajari)
  3. Rangkuman (ringkasan pengetahuan / konsep / prinsip yang terdapat pada uraian materi)
  4. Tugas (instruksi  tugas  yang  bertujuan  untuk  penguatan  pemahaman  terhadap konsep/ pengetahuan/prinsip-prinsip penting yang dipelajari. Bentuk-bentuk tugas dapat berupa: (Kegiatan observasi untuk mengenal fakta, Studi kasus, Kajian materi, dan Latihan-latihan). Setiap tugas yang diberikan perlu dilengkapi dengan lembar tugas, instumen observasi, atau bentuk-bentuk instrumen yang lain sesuai dengan bentuk tugasnya)
  5. Tes, (tes tertulis sebagai bahan pengecekan bagi peserta didik dan guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan hasil belajar yang telah dicapai, sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan)
  6. Lembar Kerja Praktik, (Petunjuk atau prosedur kerja suatu kegiatan praktik yang harus dilakukan peserta didik dalam rangka penguasaan kemampuan psikomotorik. Lembar kerja perlu dilengkapai dengan lembar pengamatan yang dirancang sesuai dengan kegiatan praktik yang dilakukan).

B. Pembelajaran 2 s.d 3n (kerangka sama dengan pembelajaran 1 tetapi berbeda bahasan)

III.  EVALUASI

Teknik atau metoda evaluasi harus disesuaikan dengan ranah (domain) yang dinilai, serta indikator keberhasilan yang diacu.

  1. Tes Kognitif, Instrumen  penilaian kognitif dikembangkan sesuai dengan karakteristik aspek yang akan dinilai dan dapat menggunakan jenis-jenis tes tertulis yang dinilai cocok.
  2. Tes Psikomotor
  3. Penilaian Sikap
  4. Kunci Jawaban

  1. Bukti Fisik Pengajuan Modul dan Angka Kreditnya

Untuk mengajukan modul supaya dapat dinilai, maka bukti fisik yang harus disertakan adalah: modul asli yang secara jelas menunjukkan nama penulisnya, nama mata pelajaran atau materi pokok tertentu yang menjadi isi utamanya,  tahun/semester diterbitkan,  serta penjelasan kelas dari siswa yang akan menggunakan modul.

Untuk modul yang digunakan di tingkat provinsi memerlukan pengesahan dari kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kepala Kanwil Kemenag Provinsi yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap Kemenag Provinsi bersangkutan. Nilai angka kredit yang diperoleh 1,5.

Sedangkan modul yang digunakan di tingkat kota/kabupaten memerlukan pengesahan dari kepala Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau Kepala Kemenag Kab/Kota yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten atau Kemenag Kab/Kota bersangkutan. Nilai angka kredit yang diperoleh 1.

Bagi modul yang digunakan di sekolah/ madrasah harus disahkan oleh kepala sekolah/madrasah yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap sekolah/ madrasah bersangkutan. Nilai angka kredit yang diperoleh 0,5.

  1. Kesimpulan

Pembuatan modul belajar bagi siswa pada intinya untuk menjadi sumber belajar yang mampu berperan untuk menjadikan proses pembelajaran dapat dicerna oleh siswa. Oleh karena itu modul perlu dirancang berdasarkan karakteristik masing-masing sekolah,bahkan untuk siswa.

Selain untuk meningkatkan motivasi belajar bagi, terpenting juga adalah sebagai bagian dalam pengembangan keprofesian guru sebagai pendidik sebagai salah satu unsur penilaian atas kreativitas sebagai profesional di bidangnya dan rangka memenuhi unsur angka kredit yang harus diperoleh guru. Karena itu seharusnya guru dapat menyusun dan memanfaatkan modul dalam proses pembelajaran di dalam kelas ataupun di waktu nonformal.

Daftar Pustaka

B. Suryosubroto, (1983), Sistem Pengajaran dengan Modul, Jakarta: Bina Aksara.

Cece Wijaya, (1992), Upaya Pembaharuan dalam Pendidikan dan Pengajaran, Bandung: Remaja Rosda Karya.

Kemdikbud, 2013, Kompilasi Buku Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dan Penilaian Kinerja Guru, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu dan Tenagan Kependidikan, Jakarta.

Suhardjono,  2001,  Pedoman  Penyusunan  Karya  Tulis  Ilmiah  di Bidang Pendidikan Pengembangan Profesi

Suhardjono, Azis Hoesein, dkk. (1996), Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru, Jakarta: Depdikbud, Dikdasmen.

Supardi, (2005), Pengembangan Profesi Guru dan Ruang lingkup Karya Tulis Ilmiah, Direktorat Profesi Pendidik Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Menpan dan RB RI, (2010), Permenpan dan RB Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya.

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.005051 detik