Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /web/bdkbanjarmasin.kemenag.go.id/index.php on line 17

Deprecated: Function ereg_replace() is deprecated in /web/bdkbanjarmasin.kemenag.go.id/inc/artikel.php on line 5
Kementerian Agama RI | Kantor Balai Dilat Keagamaan Banjarmasin
Kamis, 8 Desember 2016
   HOME   PRODUK PERUNDANGAN   PROFIL      KONTAK KAMI    BUKU TAMU    GALERI   LINK TERKAIT    SITEMAP   






MEMANFAATKAN POWERPOINT MENJADI BAHAN AJAR INTERAKTIF SEBAGAI STRATEGI PEMENUHAN ANGKA KREDIT UNSUR PKB GURU

MEMANFAATKAN POWERPOINT MENJADI BAHAN AJAR INTERAKTIF SEBAGAI STRATEGI PEMENUHAN ANGKA KREDIT UNSUR PKB GURU

Oleh:

Maria Ulfah, S.Si.

Widyaiswara Ahli Pertama

ABSTRAK

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru dalam pelaksanaan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) selain Publikasi Ilmiah, yaitu membuat Karya Inovatif jenis karya sains/teknologi. Karya sains/teknologi berupa bahan ajar interaktif berbasis komputer menggunakan program Microsoft PowerPoint merupakan salah satu jenis karya inovatif yang dapat dibuat oleh semua guru baik guru kelas, guru mata pelajaran, maupun guru bimbingan konseling pada semua jenjang dengan pangkat mulai dari Penata Muda Tk. I (golongan ruang III/b). Pembuatan bahan ajar interaktif berbasis komputer tersebut disamping menjamin guru bekerja profesional, hasil fisiknya bisa diusulkan menjadi angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan dengan syarat harus dibuatkan laporan berdasarkan sistematika yang sudah ditetapkan.

Kata kunci:  bahan ajar interaktif, PowerPoint, angka kredit, karya inovatif, profesionalisme guru

PENDAHULUAN

Guru sebagai tenaga pendidik profesional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dituntut memiliki kinerja yang baik. Oleh karenanya wajar jika guru wajib mengembangkan keprofesiannya secara berkelanjutan agar benar-benar menjadi profesional.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. PKB merupakan  salah satu unsur utama  yang diberikan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Salah satu unsur kegiatan PKB yang belum populer untuk diajukan oleh guru dalam pengusulan angka kredit adalah karya inovatif.

Pada peraturan yang lama, kegiatan pengembangan profesi baru diwajibkan bagi guru bergolongan IV/a. Kini semenjak Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya diberlakukan, guru dengan pangkat mulai dari Penata Muda Tk. I (golongan ruang III/b) wajib melakukan kegiatan PKB berupa publikasi ilmiah dan atau karya inovatif. Jika tidak dilaksanakan, guru akan terhambat dalam pengembangan karirnya karena tidak bisa naik pangkat. Artinya, guru harus terus mengembangkan aktivitas menulis dan menciptakan karya inovatif.

Salah satu jenis karya inovatif adalah bahan ajar interaktif berbasis komputer yang masuk ke dalam kategori karya sains/teknologi. Bahan ajar interaktif yang relatif mudah pembuatannya oleh guru adalah dengan memanfaatkan PowerPoint. Program aplikasi berbasis multimedia ini dikenal luas dan mudah dipelajari sehingga semua guru dapat menggunakannya. Dengan membuat bahan ajar interaktif, selain  menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, guru juga dapat memanfaatkannya sebagai poin angka kredit yang dapat diajukan sebagai usul kenaikan pangkat dan jabatannya.

PEMBAHASAN

  1. Pemanfaatan PowerPoint Untuk Membuat Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer

Salah satu faktor kegagalan pembelajaran adalah adanya berbagai jenis hambatan dalam proses komunikasi antara siswa dan guru karena kurang adanya variasi dalam pengajaran. Salah satu solusi dalam mengatasi hal tersebut adalah bahan ajar interaktif berbasis komputer. Dengan menggunakan bahan ajar interaktif, peserta didik dapat terdorong untuk bersikap aktif dalam proses pembelajaran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “interaktif” mengandung arti bersifat saling melakukan aksi atau antarhubungan atau saling aktif. Bahan ajar interaktif dapat dimaknai sebagai bahan ajar yang bersifat aktif dengan desain tertentu agar dapat melakukan perintah balik kepada peserta didik untuk melakukan aktifitas sehingga siswa terlibat interaksi dua arah dengan bahan ajar yang sedang dipelajari. Menurut Guidelines for Bibliographic Description of Interactive Multimedia, bahan ajar interaktif adalah kombinasi dari dua atau lebih media (audio, teks, grafik, gambar, dan video) yang oleh penggunanya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah atau perilaku alami dari suatu presentasi (Prastowo, 2012).

Dalam menyiapkan bahan ajar interaktif berbasis komputer diperlukan pengetahuan dan keterampilan mendukung yang memadai, terutama dalam mengoperasikan peralatan, seperti komputer, kamera, video, dan kamera foto. Struktur bahan ajar interaktif berbasis komputer meliputi enam komponen, yaitu judul, petunjuk belajar, kompetensi dasar atau materi pokok, informasi pendukung, latihan, dan penilaian (Prastowo, 2012). Bahan ajar interaktif berbasis komputer dibuat untuk setiap standar kompetensi atau beberapa kompetensi dasar.

Microsoft PowerPoint merupakan sebuah software yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dan merupakan salah satu program berbasis multi media. Program yang dikelompokkan dalam program Microsoft Office ini dirancang khusus untuk menyampaikan presentasi dengan berbagai fitur menu yang mampu menjadikannya sebagai media komunikasi yang menarik.

Program PowerPoint selain digunakan sebagai media dalam presentasi, juga dapat digunakan dalam berbagai macam kegiatan lainnya karena media ini menyediakan berbagai fasilitas untuk berkreasi, mengolah, dan meng-input file audio maupun visual. Program ini tentu saja juga mempunyai keterbatasan. Namun, keterbatasan ini dapat diselesaikan dengan mengintegrasikannya dengan program-program lain di mana hasil kreasi dan olahan dari program lain di-input ke dalam program ini untuk diolah dan dipresentasikan. 

Penggunaan PowerPoint ini memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut:

  • Penyajiannya menarik karena ada permainan warna, huruf dan animasi, baik animasi teks maupun animasi gambar atau foto yang bisa diolah sendiri sesuai kreatifitas guru, sehingga pembelajaran dapat berjalan aktif dan kondusif.
  • Lebih merangsang peserta didik untuk mengetahui lebih jauh informasi tentang bahan ajar yang tersaji sehingga menjadi lebih aktif.
  • Pesan informasi secara visual mudah dipahami peserta didik.
  • Dapat diperbanyak sesuai kebutuhan, dan dapat dipakai secara berulang-ulang.
  • Dapat disimpan dalam bentuk data optik atau magnetik (CD/Flashdisk), sehingga paraktis untuk di bawa ke mana-mana.
  1. Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer sebagai Karya Inovatif Guru dan Mekanisme Pelaporannya

Peraturan Menteri  Negara  Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya mengamanatkan bahwa pengembangan  keprofesian  berkelanjutan (PKB) merupakan  salah satu unsur utama  yang diberikan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru. Program PKB dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan guru yang meliputi tiga hal, yaitu (1) Pengembangan Diri, (2) Publikasi Ilmiah, dan (3) Karya Inovatif.

Karya inovatif adalah karya yang bersifat pengembangan, modifikasi atau penemuan baru sebagai bentuk kontribusi guru terhadap peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah dan pengembangan dunia pendidikan, sains/teknologi, dan seni. Karya inovatif ini terdiri atas empat kelompok, yaitu:

  • Penemuan teknologi tepat guna kategori kompleks dan/atau sederhana.
  • Penemuan/penciptaan atau pengembangan karya seni kategori kompleks dan/atau sederhana.
  • Pembuatan/pemodifikasian alat pelajaran/peraga/praktikum kategori kompleks dan/atau sederhana.
  • Penyusunan standar, pedoman, soal dan sejenisnya pada tingkat nasional maupun provinsi.

Adapun bahan ajar interaktif masuk ke dalam karya inovatif kelompok teknologi tepat guna. Karya teknologi tepat guna yang selanjutnya disebut karya sains/teknologi adalah karya hasil rancangan/pengembangan/percobaan dalam bidang sains dan/atau teknologi yang dibuat atau dihasilkan dengan menggunakan bahan, sistem, atau metodologi tertentu dan dimanfaatkan untuk pendidikan atau masyarakat sehingga pendidikan terbantu kelancarannya atau masyarakat terbantu kehidupannya. Karya sains/teknologi bisa dibuat oleh semua guru baik guru kelas, guru mata pelajaran, maupun guru bimbingan konseling pada semua jenjang.

Karya sains/teknologi dilihat dari tingkat inovasi pembuatan dan tingkat modifikasinya dikategorikan menjadi dua macam, yaitu sederhana dan kompleks. Dikategorikan sederhana apabila memenuhi kriteria:

  • memiliki tingkat inovasi yang rendah;
  • pembuatannya memiliki tingkat kesulitan yang rendah; dan
  • memiliki konstruksi atau alur kerja yang rumit atau apabila berupa hasil modifikasi maka memiliki tingkat modifikasi yang rendah.

Sementara kriteria kategori karya seni/teknologi kompleks adalah:

  • memiliki tingkat inovasi yang tinggi;
  • tingkat kesulitan pembuatan yang tinggi; dan
  • memiliki konstruksi atau alur kerja yang rumit atau apabila berupa hasil modifikasi,  memiliki tingkat modifikasi yang tinggi.

Besaran angka kredit bahan ajar interaktif berbasis komputer sebagai berikut.

  • Kategori sederhana diberikan angka kredit 2 (durasi sekitar 30 menit).
  • Kategori kompleks diberikan angka kredit 4 (durasi sekitar 60 menit).
  • Angka kredit diberikan setiap kali diusulkan dan dapat dilakukan oleh perorangan atau tim.

Untuk bisa diajukan untuk mendapatkan angka kredit, karya sains/teknologi yang telah dibuat oleh guru harus disertai laporan. Format laporan pembuatan bahan ajar interaktif berbasis komputer (PowerPoint) adalah sebagai berikut:

Halaman Judul, memuat jenis laporan (tuliskan Laporan Pembuatan Karya Teknologi), nama karya teknologi, nama pembuat, NIP kalau PNS dan nama sekolah/madrasah.

Halaman Pengesahan oleh kepala sekolah/madrasah.

Kata pengantar

Daftar Isi

Daftar Gambar

Bab I           PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan
  3. Manfaat

Bab II         LANDASAN TEORI/TINJAUAN PUSTAKA

  1. Teori Umum (sesuai dengan karya yang dibuat)
  2. Teori Teknis (keunggulan dan kelemahan karya yang dibuat diterapkan pada materi)

Bab III         PROSEDUR PEMBUATAN KARYA INOVASI DAN IMPLEMENTASI PADA PEMBELAJARAN

  1. Rancangan/desain karya sains/teknologi (dilengkapi dengan gambar rancangan atau diagram alir serta daftar dan foto alat dan bahan yang digunakan)
  2. Prosedur pembuatan karya teknologi (dilengkapi dengan foto pembuatan).
  3. Implementasi pada Pembelajaran (RPP dilampirkan)

Bab IV         KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan
  2. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

  • RPP
  • Soft Copy bahan ajar interaktif (dimasukkan ke dalam Compact Disk)
  • Foto pelaksanaan pembelajaran dan pembuatan
  • Bukti pendukung lainnya

Setiap pengusulan angka kredit tentunya memerlukan bukti fisik yang harus disertakan. Bukti fisik yang harus dipersiapkan adalah sebagai berikut:

  • Laporan cara pembuatan dan penggunaan bahan ajar interaktif berbasis komputer (screenshots cara pembuatan dan foto penggunaan bahan ajar interaktif berbasis komputer dalam pembelajaran) dilengkapi dengan hasil pembuatan bahan ajar tersebut dalam cakram padat (compact disk).
  • Lembar pengesahan/pernyataan dari kepala sekolah/madrasah bahwa bahan ajar interaktif berbasis komputer tersebut dipergunakan di sekolah atau di lingkungan masyarakat.

Dalam hal alur penilaian, secara umum langkah-langkah penilaian laporan pembuatan dan penggunaan karya sains/teknologi jenis bahan ajar interaktif berbasis komputer oleh Tim Penilai Angka Kredit adalah sebagai berikut.

  • Penilai membaca Laporan Pembuatan dan Penggunaan.
  • Penilai melihat foto pembuatan dan penggunaan atau bukti lain yang sesuai ketentuan.
  • Penilai menyimpulkan jenis karya inovatif (alat pelajaran/peraga/alat praktikum atau karya sains/teknologi atau karya seni).
  • Apabila sesuai dengan pedoman/ketentuan maka penilai memberikan nilai sesuai dengan angka kredit yang ditentukan (Karya Sains/Teknologi: Kategori Kompleks = 4 atau Kategori Sederhana = 2).
  • Bila tidak sesuai maka penilai akan memberikan alasan penolakan dan saran seperti di bawah ini.

Alasan Penolakan dan Saran

  1. Laporan pembuatan dan penggunaan karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer yang dikirimkan diragukan keasliannya karena laporan yang dikirimkan tidak memuat foto bahan, proses pembuatan, hasil pembuatan dan saat digunakan.

Saran:

Laporan pembuatan dan penggunaan karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer harus diperbaiki dan dikirimkan lagi dengan dilengkapi foto pembuatan dan penggunaan.

  1. Karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer hanya dikirimkan foto/barangnya tetapi tidak ada narasi laporan pembuatan dan penggunaan.

Saran:

Dilengkapi dengan narasi laporan pembuatan dan penggunaan yang dilengkapi foto pembuatan dan penggunaan.

  1. Laporan pembuatan dan penggunaan karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer yang dikirimkan tidak ada pengesahan dari kepala sekolah/madrasah.

Saran:

Laporan pembuatan dan penggunaan karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer diperbaiki dan dikirimkan ulang dengan dilengkapi pengesahan dari kepala sekolah/madrasah.

  1. Karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer yang dibuat tidak bermanfaat untuk pendidikan/masyarakat.

Saran:

Karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer diganti dengan yang baru, yang bermanfaat untuk pendidikan/masyarakat.

  1. Karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer yang dibuat tidak menampakkan kerapihan pembuatan/terkesan asal jadi.

Saran:

Diganti dengan karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer baru yang rapih/tidak asal jadi.

  1. Karya sains/teknologi jenis Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer tetapi terlalu pendek (tidak menjelaskan satu materi utuh).

Saran:

Diperbaiki karyanya sehingga Bahan Ajar Interaktif Berbasis Komputer tersebut utuh untuk satu materi.

KESIMPULAN

Seluruh guru profesional diharapkan mampu mengembangkan keprofesiannya dalam hal ini sesuai dengan program PKB. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan guru adalah dengan mebuat karya inovatif jenis karya sains/teknologi. Karya sains/teknologi yang dapat dibuat oleh semua jenis guru (guru kelas/mata pelajaran/BK) pada semua jenjang adalah bahan ajar interaktif berbasis komputer menggunakan program Microsoft PowerPoint. Karya inovatif ini selain bermanfaat dalam pembelajaran juga akan memperoleh penghargaan berupa angka kredit dengan syarat harus disertai dengan laporan dengan format tertentu sesuai dengan aturan.  

REFERENSI

http://franscy91.blogspot.co.id/2015/10/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html (Manfaat Penggunaan Microsoft Power Point sebagai Media Pembelajaran bagi Peserta Didik). Diakses pada 2 Nopember 2016.

http://kkgpattallassang.blogspot.co.id/2014/02/sistematika-laporan-karya-inovasi-gaya.html (Sistematika Laporan Karya Inovatif Gaya Selingkung dari P4TK). Diakses pada 4 Nopember 2016.

http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/teknologi-informasi/477-bai-ppt (Langkah Mudah Membuat Bahan Ajar Interaktif dengan PowerPoint). Diakses pada 20 Oktober 2016.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, Buku 1: Pedoman Pengelolaan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).  Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, Buku 4: Pedoman Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan Angka Kreditnya.  Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru, Buku 5: Pedoman Penilaian Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).  Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

©2010 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.006065 detik